Resisten terhadap insulinDiabetes tipe 2 merupakan tipe diabetes yang terjadi bukan disebabkan oleh rasio insulin di dalam sirkulasi darah, melainkan merupakan kelainan metabolisme yang disebabkan oleh mutasi pada banyak gen, termasuk yang mengekspresikan disfungsi sel β, gangguan sekresi hormon insulin, resistansi sel terhadap insulin yang disebabkan oleh disfungsi GLUT10 dengan kofaktor hormon resistin yang menyebabkan sel jaringan, terutama pada hati menjadi kurang peka terhadap insulin serta RBP4 yang menekan penyerapan glukosa oleh otot lurik namun meningkatkan sekresi gula darah oleh hati. Mutasi gen tersebut sering terjadi pada kromosom 19 yang merupakan kromosom terpadat yang ditemukan pada manusia.

Diabetes tipe 2 dimana hormon insulin dalam tubuh tidak dapat berfungsi dengan semestinya, dikenal dengan istilah Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM). Hal ini dikarenakan berbagai kemungkinan seperti kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitifitas (respon) sell dan jaringan tubuh terhadap insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin di dalam darah.

Gejala Diabetes Tipe 2

Gejala untuk diabetes tipe 2 biasanya mirip dengan gejala diabetes standar. Umumnya, Anda tidak dapat menemukan gejala tambahan yang akan membantu untuk diagnosis penyakit pada tahap awal :

  • Peningkatan nafsu makan
  • Mulut kering
  • Extreme kelemahan dan kelelahan
  • Penglihatan kabur
  • Haus yang berlebihan
  • Sakit kepala parah
  • Pusing
  • Tiba-tiba kehilangan berat badan


Gejala lain yang dapat dihitung sebagai peringatan tanda-tanda diabetes tipe 2 adalah sebagai berikut :

  • Ragi infeksi kronis
  • Mendadak berat badan
  • Kulit kering dan gatal terutama di daerah vagina atau selangkangan
  • Lambat penyembuhan luka atau luka
  • Mati rasa atau kesemutan tangan dan kaki
  • Disfungsi ereksi dan impotensi
  • Penurunan visi
  • Beludru gelap kulit dekat daerah leher atau ketiak


Faktor Resiko Terserang Diabetes Tipe 2

Berikut adalah 7 faktor risiko yang menyebabkan seseorang menderita diabetes tipe 2 :

1. Umur dan etnis
Dengan semakin bertambahnya usia, semakin besar pula risiko seseorang mengalami diabetes tipe 2. Hal ini terutama terjadi jika seseorang itu lebih dari 40 tahun (untuk orang kulit putih), dan lebih dari 25 tahun (untuk kulit hitam, Asia Selatan, dan beberapa kelompok etnis minoritas). Menurut penelitian di Inggris, orang kulit hitam dan orang-orang Asia Selatan memiliki risiko lima kali lebih tinggi menderita diabetes tipe 2 dibanding orang kulit putih.

2. Riwayat diabetes dalam keluarga
Jika seseorang memiliki anggota keluarga yang menderita diabetes, maka risikonya menjadi lebih besar. Risiko akan semakin besar jika yang menderita diabetes tipe 2 adalah keluarga dekat seperti ayah atau ibu.

3. Berat badan dan jarang berolahraga
Empat-perlima orang dengan diabetes tipe 2 mengalami kelebihan berat badan. Semakin berlebih berat badan seseorang, maka risikonya akan semakin besar. Risiko tertinggi dimiliki oleh orang yang kelebihan berat badan dan tidak aktif secara fisik atau jarang berolahraga.

4. Masalah jantung dan stroke
Seseorang yang menderita stroke memiliki risiko lebih tinggi menderita diabetes tipe 2. Hal ini juga terjadi bagi orang-orang yang menderita hipertensi (tekanan darah tinggi), atau sudah mengalami serangan jantung.

5. Gestational diabetes
Seorang wanita yang mengalami diabetes sementara selama kehamilan (gestational diabetes) memilliki risiko menderita diabetes di kemudian hari. Wanita yang melahirkan bayi besar mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi juga.

6. Impaired fasting glycaemia (IFG) – Impaired glucose tolerance (IGT)
Seseorang yang telah didiagnosis memiliki IFG dan IGT tapi tidak memiliki diabetes, memiliki risiko untuk menderita diabetes tipe 2 di kemudian hari. Orang dengan IFG atau IGT memiliki tingkat gula darah yang lebih tinggi dibanding orang normal. Untuk mencegah diabetes, sangat penting untuk mengonsumsi diet sehat yang seimbang, menjaga berat badan, serta rutin berolahraga.

7. Masalah kesehatan mental parah
Hasil penelitian menunjukkan orang dengan masalah kesehatan mental berat, misalnya depresi berat, memiliki risiko menderita diabetes tipe 2.

web statistics