Menentukan kadar gula darah yang ingin dicapai adalah langkah penting pertama dalam pengelolaan diabetes melitus dalam upaya mengurangi, mencegah ancaman resiko yang potensial dialami penyandangnya. Apapun tipe diabetes yang anda sandang, kadar gula darah mendekati kadar gula darah seperti pada orang normal merupakan sasaran yang harus anda pertahankan untuk mencegah komplikasi diabetes seperti gangguan jantung, stroke, ginjal, kaki diabetes, gangguan mata,

Belajar dari  pengalaman klinis dalam merawat penyandang diabetes melitus selama ini, Saya melihat tidak mudah bagi pasien untuk mencapai sasaran gula darah yang diinginkan itu. Salah satu penyebabnya adalah, kebanyakan pasien sering hanya mengandalkan obat-obatan saja. Padahal banyak faktor lain  yang dapat mempengaruhi, dan membantu capaian gula darah yang diinginkan itu.  Makanan yang dikonsumsi, jumlahnya, jenisnya, bagaimana mengkonsumsinya, aktifitas sehari-hari yang dilakukan, bahkan pengetahuan dasar seseorang tentang diabetes itu juga sangat berperan.

Karena itu, dalam mengelola diabetes, ada 4 pilar penting yang harus dilakukan secara bersamaan. Ibaratkan pilar yang menyangga sebuah bangunan, satu pilar akan mempengaruhi kekuatan pilar lainnya. Nah, ke 4 pilar itu adalah:

1. Pola Makan Sehat.

Saya sebenarnya lebih suka menggunakan istilah makan sehat sebagai pengganti istilah diet pada penyandang diabetes. Diet sering punya konotasi negatif, seperti tidak boleh makan itu, minum ini. Seolah-olah prnyandang diabetes itu tidak boleh makan seperti orang lain yang normal, tidak boleh minum gula, perlu makanan khusus. Padahal sebetulnya tidak demikian, penyandang diabetes pada dasarnya makannya sama saja dengan orang normal. Tidak ada makanan yang mutlak dilarang, hanya saja barangkali beberapa makanan dikonsumsi lebih sedikit. Bahkan gula boleh saja dikonsumsi, kalau hanya untuk teman minum teh pagi hari. Prinsip makan yang sehat menurut Canadian Diabetes association adalah; konsumsilah makanan yang mengandung karbohidrat pada secara teratur– makan dalam jumlah kecil, tetapi lebih sering membantu mencegah fluktuasi gula darah yang tinggi, konsumsilah makananan yang tinggi serat–sayuran dan buah-buahan lebih sering, 5 porsi dalam sehari–, kurangi lemak, daging merah boleh saja, tapi dalam jumlah moderat, batasi gula tambahan/makanan yang banyak mengandung gula, kurangi asupan garam, dan bila anda mengkonsumsi alkohol, batasi sesuai dengan yang direkomendasikan. Dan, yang lebih penting lagi, sebagai pedoman umum, bahkan untuk yang bukan penyandang diabetes, makanlah sesuai dengan kebutuhan kalori yang diperlukan, gizi yang seimbang, jangan berlebihan.

2. Aktifitas Fisik.

Seperti pola makan yang sehat, aktifitas fisik, olahraga juga sangat menentukan regulasi gula darah. Sayangnya istilah olahraga ini sering menjadi momok pada kebanyakan orang. Beribu alasan yang dikemukakannya untuk pembenaran tidak melakukan aktifitas olahraga. Tidak hanya pada mereka yang masih sehat, penyandang diabetes juga demikian. Padahal banyak manfaat olahrga ini yang akan dinikmatinya. Tidak hanya membantu menurunkan gula darah secara alami, karena meningkatnya sensitifitas insulin, kebutuhan kalori yang meningkat, bertambahnya massa otot, tetapi juga penyakit-penyakit lain yang sering menyertai penyandang diabetes seperti hipertensi, hiperlipidemi, obesitas, stress, juga lebih mudah dikendalikan. Penelitian juga menunjukkan bahwa olahraga memperbaiki gangguan toleransi glukosa, menurunkan gula darah, mengurangi kebutuhan obat-obatan. Semakin besar massa otot terutama otot-otot besar seperti paha, bokong, lengan yang dibangun dengan olahraga maka akan semakin banyak gula yang diambil dari peredaran darah.

3. Obat-Obatan.

Pada pasien diabetes tertentu, gula darah yang tidak begitu tinggi, yang pertama kali didiagnosis, dengan obesitas, diabetes tanpa komplikasi, obat diabetes baru diberikan apabila dengan pola makan yang sehat, dan olahraga, kadar gula darah yang diinginkan tidak tercapai. Dan, obat bukan pilihan pertama pada penyandang diabetes, dan obat-obatan tidak menggantikan fungsi makanan yang sehat dan olahraga. Pada beberapa penelitian, olahraga, pola makan yang sehat bahkan lebih unggul mengontrol gula darah pada diabetes  tipe 2 dan mencegah berkembangnya diabetes dibandingkan obat-obatan. Sayangnya kebanyakan pasien lebih mengandalkan obat-obatan daripada makan yang sehat, dan olahraga. Seharusnya, obat-obatan, makan yang sehat, olahraga harus beriringan dalam pengelolaan diabetes. Keteraturan penggunaan obat-obatan, termasuk Insulin sangat penting dalam mengelola diabetes. Obat-obatan mempunyai masa kerja tertentu, sehingga keteraturan dalam mengkonsumsinya juga mempengaruhi fluktuasi gula darah.

4. Edukasi. 

Pengetahuan itu adalah kekuatan, bagi seorang penyandang diabetes, pengetahuannya tentang seluk beluk penyakit diabetes ini merupakan salah satu  kunci penting yang menentukan lamanya harapan hidup mereka. Belajar, menggunakan informasi tentang apa saja mengenai diabetes, dapat memotivasi penyandangnya untuk mengontrol melakukan hal-hal yang terbaik untuk dirinya.  Mereka yang memahami  tentang bagaimana penyakit ini berkembang, tahu faktor resikonya, menyadari kemungkinan komplikasi yang mengancamnya, tentunya akan menjadi lebih waspada. Seorang pasien yang paham bagaimana obat berkerja, mengerti efek sampingnya, tentu saja akan lebih siap melakukan sesuatu bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kemungkinan komplikasi kejadian hipoglikemi yang dapat mengancam nyawa pasien, akan mudah diatasi bagi pasien yang menyadari gejala dan tahu tindakan yang harus dilakukan.

Jadi, bila Anda penyandang diabetes melitus, ke 4 pilar itu harus dilakukan secara bersamaan. Jangan pernah hanya mengandalkan obat-obatan saja. Obat-obatan tidak pernah membuat Anda sehat!

Indragiri Hilir, 22-03-2014

@irsyal_dokter

Sumber: kesehatan.kompasiana.com

web statistics