Mengantuk Dan Kesemutan Gejala Awal Diabetes

Tak banyak orang yang merasa dirinya menyandang diabetes atau diabetisi hingga komplikasi terjadi. Penyakit yang datang secara diam-diam ini memang sulit teridentifikasi dari melihat fisik saja. Namun, ada beberapa gejala yang bisa dikenali. Kenali lebih dini agar komplikasi penyakit tak menggerogoti tubuh Anda.

"Ini adalah penyakit degeneratif yang berkaitan menuanya usia, otomatis kemampuan pankreas kita tidak akan sama dengan zaman kita muda. Namanya usia bertambah pasti ada penurunan kemampuan organ-organ yang ada di tubuh termasuk pankreas," kata dr Mohammad Firas dalam peluncuran buku Diabetes and Me di Kinokuniya, Senayan, Jakarta.

Menurut dokter yang tergabung dalam Persadia (Persatuan Diabetes Indonesia) Muda ini, salah satu yang harus diluruskan tentang diabetes adalah simpang siur tentang kesembuhannya. Faktanya, diabetes belum bisa disembuhkan. Namun, penyakit ini dapat dikontrol apabila sudah dikenali oleh diabetisi. Dan untuk mengenalnya, gejala-gejala diabetes pun harus diperhatikan.

Berikut adalah beberapa gejala yang bisa dikenali, seperti dilansir dari buku Diabetes and Me yang ditulis oleh Sidartawan Soegondo dan diedit oleh dr. Johanes Purwoto SpPD-KEMD dan Yulia, dosen Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia terbitan Elex Media Komputindo, 2015.



1. Gampang lelah, haus dan lapar

Tubuh lemas dan kurang tenaga adalah ciri orang yang mengalami diabetes. Meskipun mengonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak namun diabetisi tetap kekurangan energi. Ini disebabkan oleh hormon insulin yang tidak lagi aktif sehingga gula darah sulit melewati membran sel dan terjadi penumpukan gula darah.

2. Sering buang air kecil

Karena porsi makan dan minum yang berlebihan maka diabetisi jadi sering buang air kecil. Hal ini biasanya terjadi di malam hari dengan frekuensi lebih dari tiga kali. Jika Anda tidak minum air banyak sebelum tidur namun kerap bolak-balik kamar mandi, maka inilah penanda gejala diabetes.

3. Gampang mengantuk

Pada diabetisi gula yang dibawa dalam darah sulit diserap oleh tubuh, karena tidak terserap akhirnya gula tersebut banyak terbuang melalui urine. Konsekuensinya energi yang dibutuhkan tubuh pun tak terpenuhi, inilah penyebab rasa kantuk tersebut.

4. Berat badan berkurang tanpa sebab

"Dalam waktu sebulan dua bulan itu berat badan bisa turun sampai lebih dari 10 kilogram. Habis itu mulai merasakan gejala diabetes-diabetes lainnya," kata Firas. Ini pun gejala diabetes yang harus Anda kenali.

Kekurangan energi akibat gagalnya insulin mengubah gula jadi energi menjadikan tubuh tak berenergi. Tubuh selanjutnya akan memanfaatkan simpanan lemak dalam tubuh sebagai energi. Ini akan terus berlangsung hingga lemak tak bersisa.

5. Kulit gatal, kering dan mudah terinfeksi

Kulit diabetisi terlihat pucat dan kering akibat adanya kerusakan saraf tepi atau neuropati perifer. Hal ini memengaruhi sirkulasi dan fungsi kelenjar keringat.

6. Luka tidak mudah sembuh

Dengan gagalnya insulin beroperasi, sistem kekebalan tubuh pun turut terkena dampaknya. Penyakit dari luar gampang menyerang terutama luka di bagian kaki dan tangan.

7. Penglihatan kabur

Berlebihnya kadar gula dapat merusak pembuluh darah dan saraf mata. Penjelasan lain mengatakan bahwa kadar gula yang tinggi memicu penarikan air di dalam sel melalui proses osmosis.

8. Tangan dan kaki kesemutan

Saraf-saraf yang berada di tangan dan kaki juga terkena dampak dari berlebihnya kadar gula dalam darah. Efeknya adalah saraf tersebut berkurang kemampuannya untuk merasa.



Sumber: www.cnnindonesia.com

web statistics