Apa itu Lipodistofi?

Lipodistofi, yang biasa disingkatkan menjadi “lipo”, adalah kumpulan perubahan pada bentuk tubuh yang dialami oleh orang yang memakai obat antiretroviral (ARV). ‘Lipo’ berarti ‘lemak’, dan ‘distrofi’ berarti pertumbuhan yang tidak benar. Perubahan tersebut termasuk kehilangan lemak, kumpulan lemak, dan perubahan metabolik.

Kehilangan lemak terjadi pada lengan, kaki, pantat atau wajah (pipi cekung). Ini tampaknya ciri-ciri umumnya lipo.

Kumpulan lemak dapat dilihat pada perut, belakang leher (punuk kerbau), payudara perempuan dan dada laki-laki, dan daerah tubuh lain.

Perubahan metabolik dapat meliputi peningkatan pada lemak darah atau asam laktik. Beberapa orang mengalami “resistansi insulin.”

  • Lemak darah termasuk kolesterol dan trigliserid.
  • Asam laktik dibuat waktu glukosa (gula) dipakai oleh sel. Kerusakan pada mitokondria atau hati dapat meningkatkan jumlah asam laktik. Berlebihan asam laktik dapat menyebabkan masalah kesehatan.
  • Umumnya, insulin memindahkan gula (glukosa) ke dalam sel untuk membuat tenaga. Dengan resistansi insulin, lebih sedikit glukosa memasukkan sel; lebih banyak ditinggalkan dalam darah.


Belum ada definisi jelas apa artinya lipo. Oleh karena ini, para dokter melaporkan bahwa antara 5 dan 75 persen pasien yang memakai terapi ARV (ART) mempunyai tanda lipo. Kebanyakan peneliti berpendapat bahwa angka yang betul adalah kurang lebih 50 persen.

Perubahan ini pertama diberi nama “Crix belly (perut Crix)”, karena dilihat pada orang yang memakai protease inhibitor Crixivan (indinavir). Namun, lipo dapat dialami oleh orang yang memakai hampir semua jenis ART.

Apakah Lipo Berbahaya?

Walaupun tidak berbahaya, lipo adalah masalah yang serius.

  • Tingkat lemak yang tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung
  • Payudara menjadi lebih besar dan dapat merasa sakit
  • Peningkatan dalam tingkat asam laktik, yang disebut asidosis laktik, walaupun jarang terjadi, bisa jadi gawat.
  •  Perubahan bentuk tubuh dapat sangat merepotkan. Beberapa pasien bahkan berhenti memakai ART-nya
  • Ketakutan akan perubahan bentuk tubuh mencegah orang untuk mulai memakai ART
  • Resistansi insulin dapat mengakibatkan diabetes dan peningkatan berat badan, serta dapat meningkatkan risiko penyakit jantung
  • Kumpulan lemak di belakang leher (punuk kerbau) dapat menjadi begitu besar sehingga menyebabkan sakit kepala dan masalah bernapas dan tidur


Belum ada seorang peneliti yang menyarankan agar orang dengan lipo menghentikan penggunaan ART-nya.

Apa yang Menyebabkan Lipo?

Penyebab lipo belum diketahui. Mungkin ada penyebab berbeda untuk gejala berbeda.

Suatu teori adalah bahwa protease inhibitor mengganggu pengelolaan lemak. Molekul protease inhibitor mirip dengan beberapa molekul protein manusia yang mengelola dan mengangkut lemak. Tetapi ada pasien yang walaupun belum pernah memakai protease inhibitor, namun mereka mengalami lipo.

Adalah semakin jelas bahwa penggunaan d4T menyebabkan lipoatrofi (kehilang lemak, terutama dari pipi dan pantat). AZT juga mempunyai dampak serupa tetapi tampaknya tidak seberat d4T. Penghentian obat penyebab tampaknya tidak langsung memulihkan lipoatrofi tersebut.

Teori lain adalah bahwa resistansi insulin berperan dalam lipo. Orang dengan resistansi insulin cenderung meningkatkan berat badan pada perut.

Lipo mungkin serupa dengan ‘Sindrom X’ yang dapat terjadi pada orang yang pulih dari penyakit gawat seperti leukemia pada masa kanak atau kanker payudara. Untuk orang dengan HIV, ini mungkin disebabkan oleh pemulihan sistem kekebalan menjelang ART yang efektif. Sebetulnya, lipo adalah lebih umum pada orang yang menanggapi ART dengan baik.

Satu penelitian besar menemukan bahwa faktor yang berikut tampaknya meningkatkan risiko lipo:

  •     Usia di atas 40 tahun
  •     AIDS selama lebih dari tiga tahun
  •     Jumlah CD4 terendah di bawah 100
  •     Berkulit putih


Dapatkah Lipo Diobati?

Karena kita tidak tahu penyebab lipo, kita juga tidak tahu bagaimana mengobatinya. Perubahan bentuk tubuh kadang kala memburuk, berhenti atau menjadi pulih tanpa diobati.

Beberapa orang berhenti memakai protease inhibitor agar mencoba memulihkan lipo. Beberapa perubahan pada ART dapat memperbaiki tanda lipo yang tertentu. Namun dibutuhkan waktu yang lama untuk menghilangkan perubahan pada bentuk tubuh.

Beberapa kumpulan lemak dapat dicabut dengan pembedahan, atau dikeluarkan dengan liposuction (isap lemak). Beda plastik (‘tanaman’ atau suntikan) merupakan satu-satunya cara untuk mengatasi pipi cekung. Ini mengandung beberapa risiko dan hasilnya mungkin bersifat sementara.

Sebuah penelitian baru ini menunjukkan hasil yang baik dengan penggunaan hormon pertumbuhan manusia (human growth hormone). Penelitian lain menemukan bahwa peningkatan pada olahraga dapat membantu. Beberapa dokter mengusulkan perubahan pada pola makan. Contohnya, lebih banyak serat dalam makanan dapat mengendalikan resistansi insulin dan membantu mengurangi lemak pada perut. Testosteron juga diteliti untuk membantu gejala lipo.

Kolesterol dan glukosa tinggi harus diobati dengan cara yang sama dengan orang tanpa HIV. Beberapa dokter mengusulkan dipakai obat untuk menurunkan kolesterol dan trigliserid, atau memperbaiki kepekaan terhadap insulin. Perhatian yang semakin besar diberikan untuk menilai dan mengurangi risiko penyakit jantung pada pasien dengan HIV.

Garis Dasar

Lipo adalah kumpulan perubahan metabolisme dan bentuk tubuh pada orang yang memakai ARV. Belum ada definisi lipo yang jelas. Sulit diketahui berapa orang yang mengalaminya. Juga, karena kita tidak mengetahui penyebab lipo, kita tidak mengetahui bagaimana mengobatinya.

Para peneliti meneliti terapi hormon dan cara lain untuk mengobati lipo. Mengubah atau menghentikan ART tidak dianjurkan.

Sehingga kita mengetahui lebih banyak tentang penyebab dan pengobatan khusus untuk lipo, gejalanya ditangani dengan cara yang sama dengan masyarakat umum.

Sumber:  mentorhealthcare.com

web statistics